Fenomena Campur Aduk Bahasa Indoenglish

 



Fenomena Campur Aduk Bahasa Indoenglish - Kebiasaan sebagian orang bicara bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa Inggris menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial selama berminggu-minggu. Gaya bahasa ini sering disebut sebagai "Indoenglish". Sebenarnya, apa sih Indoenglish itu? Apa sih Indoenglish itu?

Indoenglish adalah pengucapan, pelafalan atau pengungkapan bahasa Indonesia yang dicampur dengan unsur-unsur bahasa Inggris, atau bahasa gaulnya itu "Bahasa anak Jaksel". Sebenarnya, kita sudah sering menjumpai hal-hal berbau Indoenglish ini, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Untuk contohnya, kalian bisa menjumpai beberapa orang yang menggunakan bahasa Indonesia dengan disisipkan kosakata bahasa Inggris. Atau bisa juga kalian melihat postingan di media sosial yang menuliskan caption berbahasa Indonesia, namun ada tambahan kosakata bahasa Inggris.


Pandangan Dari Para Ahli

Menurut pakar linguistik Universitas Indonesia, Bernadette Kushartanti, ini adalah suatu risiko kontak bahasa. Beliau mengungkapkan bahwa hal ini tidak bisa dihindari karena memang ada interaksi setiap bahasa yang membuat perkembangan bahasa seperti ini tidak bisa dihindari. Selain itu, Ivan Lanin seorang penulis buku Xenoglosofilia, kenapa harus Nginggris? Berpendapat bahwa pencampuran bahasa dilakukan sebagai usaha untuk menunjukkan tingkat intelektualitas yang lebih tinggi. Kecenderungan menyukai sesuatu yang asing bukan hanya terjadi di bahasa tetapi di segala hal lain juga. Dengan memakai bahasa campur, mereka berusaha menunjukkan tingkat intelektualitas yang lebih tinggi.


Melihat Dari 2 Sisi

Tidak dapat dipungkiri penggunaan 2 bahasa ini memiliki sisi positif dan negatif. Salah satu sisi potitifnya adalah melatih keberanian berbahasa Inggris. Selain itu sedikit demi sedikit, hal ini dapat memupuk kepercayaan diri kita untuk terus belajar dan menggunakan bahasa Inggris. Karena semakin kita mempraktekannya, kita cenderung merasa lebih percaya diri karena sudah terbiasa. Manfaat lainnya adalah hal ini menunjukan kemampuan berbahasa yang baik. Devie Rahmawati selaku pengamat budaya dari Universitas Indonesia menilai penggunaan 2 bahasa ini menunjukan kemampuan berbahasa yang baik. Hal ini menunjukan kemampuan multitasking atau mengerjakan banyak hal dalam satu waktu.

Namun dibalik sisi positifnya, pencampuran 2 bahasa ini memang menimbulkan sisi negatif. Secara tidak langsung, hal ini akan membuat orang Indonesia sendiri malas belajar dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, penggunaan Indoenglish sendiri menggerus penggunaan bahasa daerah. Dikhawatirkan dalam beberapa tahun kedepan, banyak orang Indonesia yang marak menggunakan bahasa Inggris namun lupa terhadap Bahasa daerahnya sendiri.


Penggunaan yang Tepat

Sebenarnya sah-sah saja bagi kita untuk menggunakan bahasa Indoenglish ini. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan bahasa ini. Karena ini adalah suatu gaya bahasa informal, maka penggunaanya cukup dipakai dalam ragam percakapan dengan teman sehari-hari, dan sebaiknya gaya bahasa ini dihindari dalam ragam formal atau berbicara kepada orang yang lebih dituakan dan dihormati.

Selain itu, kita harus memiliki pola pikir untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai bahasa utama. Seperti kata pepatah, bahwa bahasa adalah jiwa bangsa, kita harus memupuk nilai nasionalisme dari diri sendiri dengan cara bangga menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Sumber dan Referensi:

- https:// aksi,id/mobile/artikel/31296/Bahasa-Anak-Jaksel-Campur-Aduk-Bahasa-Indonesia--Inggris/

https:// www,cnnindonesia,com/gaya-hidup/20180919154522-282-331461/fenomena-campur-aduk-bahasa-anak-jaksel