Berhenti dari Pekerjaan adalah Sebuah Kebodohan?

 


Berhenti dari Pekerjaan adalah Sebuah Kebodohan? - "Nyari kerja hari gini tuh susah, jangan resign, atau lo bakal mati kelaparan!"

"Nggak usah bod*h deh, ngapain sih pake resign-resign segala, jangan sok-soan ... ntar jadi penggangguran, nangiiis ...."

"Sesusah-susahnya pekerjaan kita saat ini, ingatlah akan jauh lebih susah orang yang tidak punya pekerjaan. Sabar, telateni aja pekerjaan lo, suatu saat nanti pasti enak."

Beberapa kalimat di atas adalah kalimat nasihat yang sering diungkapkan oleh orang, kepada orang terdekatnya jika sedang berkeluh-kesah tentang kendala dalam pekerjaannya.

Namun, apakah dengan memberikan motivasi semacam itu akan mampu membuat orang yang berkeluh-kesah tadi menjadi termotivasi, dan akan lebih semangat lagi dalam bekerja?! Jawabannya adalah belum tentu, dan takutnya ... malah akan membuat kondisi batinnya semakin gusar.

Kita tidak pernah tahu, bagaimana kondisi hati dan jiwanya saat sedang berkeluh-kesah kepada kita tersebut. Bisa jadi, saat itu ia tengah berada di dalam fase/titik terendah dari semangat hidupnya. Jadi, apakah bijak jika kita memberikan saran agar dia tetap melanjutkan pekerjaannya, sementara kita tahu bahwa dia tengah tertekan saat itu dengan dunia pekerjaannya.

Jadi, sebaiknya kita sebagai orang terdekat hendaklah berhati-hati sebelum memberikan masukan kepada orang terdekat saat tengah curhat kepada kita, dan tengah tertekan akan sesuatu hal.

Bagaimana pandangan rekan-rekan terkait permasalahan ini? Silakan ungkapkan pendapatnya, ya ....

(Spread much love, and not to hate)