Sejarah Istilah 7 Keajaiban Dunia, Siapa yang Menemukan Istilah Tersebut?

 


Sejarah Istilah 7 Keajaiban Dunia

Siapa yang menentukan 7 keajaiban dunia?

Kenapa ada 7?

Kenapa berbeda-beda?

Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, kita pernah belajar tentang 7 keajaiban dunia. Dari situ kita mungkin pernah bermimpi untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut. Tapi pernahkah kamu bertanya, siapa sih yang menentukan 7 tempat tersebut? Kenapa hanya ada 7? Untuk mengetahui jawabannya, simak pembahasan berikut!

7 keajaiban dunia merupakan daftar 7 tempat, bangunan atau situs dari berbagai belahan dunia yang dianggap megah, indah, bersejarah atau eksotis. Istilah 7 keajaiban dunia ini sudah dikenal sejak zaman dahulu jauh sebelum tahun-tahun Masehi. Ketujuh keajaiban dunia ini pernah mengalami beberapa kali perubahan hingga pembagian kategori.

Gagasan mengenai 7 keajaiban dunia ini pertama kali dicetuskan oleh Philo dari Byzantium pada 225 SM dalam bukunya yang berjudul "On The Seven Wonders". Para pelancong Yunani seperti Antipater Sidon sering menyebut tempat-tempat ini sebagai "Themata" yang artinya "Hal-hal yang harus dilihat". Istilah Themata menunjukan betapa agung dan indahnya tempat-tempat tersebut sebagai rekomendasi tempat yang harus dikunjungi setidaknya sekali seumur hidup.

Awalnya, 7 keajaiban dunia diantaranya adalah:

1. Piramada Giza (Mesir)

2. Taman Gantung (Babilonia)

3. Patung Zeus (Olympia)

4. Kuil Artemis (Ephesus)

5. Mausoleum (Helicarnassus)

6. Patung Colossus (Rhodes)

7. Mercusuar Alexandria (Mesir)

Selain merupakan sebagai rekomendasi tempat wisata, tujuh tempat ini dulunya digunakan oleh para musafir Yunani sebagai panduan dan patokan perjalanan, makanya semua tempat-tempat di atas terletak di sekitaran Mediterania.

Adapun pemilihan angka 7 sebagai jumlah daftar keajaiban adalah karena menurut kepercayaan orang-orang Yunani, angka 7 merupakan simbol kesempurnaan. Hal ini mungkin didasarkan pada kesempurnaan kosmis yang terdiri dari 7 benda langit utama yaitu matahari, bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus.

Setelah berakhirnya peradaban kuno, Hubungan internasional yang semakin meluas membuat wawasan tentang dunia semakin luas. Di abad pertengahan para kaum-kaum cerdik dan para filsuf meninjau ulang dan memilih kembali daftar 7 keajaiban. Ketujuh keajaiban dunia yang baru itu pun dinamai " 7 keajaiban dunia abad pertengahan", diantaranya adalah:

1. Katakomba Kom El Shoqafa (Mesir)

2. Colosseum (Italia)

3. Tembok Besar (China)

4. Haghia Sophia (Turki)

5. Menara Pisa (Italia)

6. Menara/Pagoda Porcelain (China)

7. Stonehenge (Inggris)

Pada tahun 2000, sebuah komunitas yang berbasis di Swiss bernama New Seven Wonders mengadakan voting global untuk menentukan 7 keajaiban dunia buatan manusia yang baru. Hasil voting tersebut kemudian diumumkan pada tahun 2007 di Lisbon, Portugal. Ketujuh pemenang voting ini diantaranya adalah:

1. Machu Pichu (Peru)

2. Patung Kristus sang penebus (Brazil)

3. Petra (Yordania)

4. Tembok Besar (China)

5. Taj Mahal (India)

6. Colosseum (Italia)

7. Chicén Itzá (Meksiko)

Setelah sukses memilih 7 keajaiban dunia buatan manusia yang baru, New 7 Wonders melakukan pemilihan  selanjutnya. Kali ini New 7 Wonders melakukan voting untuk menentukan 7 keajaiban dunia alam. Hal ini dilakukan berdasarkan pemikiran bahwa bangunan buatan manusia memiliki potensi hancur atau diungguli oleh bangunan lain, sedangkan keajaiban alam relatif abadi.

Hasil dari voting 7 keajaiban dunia alam ini diumumkan pada tahun 2011 dengan pemenang yaitu:

1. Ha Long Bay (Vietnam)

2. Pulau Komodo (Indonesia)

3. Taman Nasional Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa (Filipina)

4. Air terjun Iguazu (Brazil, Argentina)

5. Pulau Jeju (Korea)

6. Gunung Meja (Afrika Selatan)

7. Amazon (Amerika Selatan)

Dari sini mungkin banyak yang bertanya, Ke mana Candi Borobudur dan Menara Eiffel? Bukankah kedua tempat itu pernah menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia?

Mungkin pertanyaan ini berasal dari kamu yang pernah belajar, mendengar atau membaca buku yang memasukkan Candi Borobudur dan Menara Eiffel sebagai bagian dari 7 keajaiban dunia. 

Sebetulnya, tidak ada patokan khusus dan mutlak suatu tempat atau bangunan bisa dikatakan sebagai keajaiban. Satu-satunya syarat yaitu pengakuan masyarakat.

Ada beberapa kemungkinan mengenai hal ini. Mungkin pihak-pihak yang mengatakan demikian itu mengklaim daftar 7 keajaiban dunia berdasarkan versinya sendiri atau tidak mengikuti hasil voting tadi. Atau bisa saja pihak-pihak tersebut adalah seorang overproud.

Meski demikian, Candi Borobudur dan Menara Eiffel juga diakui keajaibannya secara global namun kalah unggul dengan bangunan-bangunan yang masuk dalam daftar 7 keajaiban dunia. Candi Borobudur malah masuk ke dalam daftar forgotten wonders atau keajaiban yang terlupakan. Menara Eiffel sendiri masuk ke dalam 21 besar sebagai finalis voting New 7 Wonders.

Nah, itulah daftar 7 keajaiban dunia yang telah mengalami perubahan dari zaman ke zaman. Jika ada kesempatan, keajaiban yang mana yang ingin kamu kunjungi?