Mengenal Penggunaan Tanda Penyingkat atau Apostrof

 


Mengenal Penggunaan Tanda Penyingkat atau Apostrof  - Apa kalian mengenal tanda ini (')? Sebagian ada yang menyebutnya tanda apostrof, penyingkat, atau koma atas. Jadi, kali ini saya ingin membahas sedikit tentang tanda tersebut.

Menurut PUEBI, tanda apostrof (') adalah tanda yang dipakai untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun dalam konteks tertentu. Untuk lebih mudah diingat, yaitu menyingkat kata sehingga ada bagian yang hilang.

Coba perhatikan contoh berikut.

▪ Kamu 'kan kutunggu. (Dalam konteks ini ‘kan berarti akan) 

▪ Ini mudah, ‘kan? (Dalam konteks ini 'kan berarti bukan)

▪ Malam ‘lah tiba. > Malam t'lah tiba. (Dalam konteks ini ‘lah berarti telah)

▪ 13-2-'21 > (’21 berarti 2021) 

Namun, perlu kalian ketahui juga fungsi lain dari tanda penyingkat ini, yaitu untuk mengatur tempo baca suatu kata. Oleh karena itu, tanda apostrof sering kita jumpai dalam puisi ataupun di lirik lagu. 

Dalam ragam baku bahasa Indonesia tidak mengenal kata yang menggunakan tanda apostrof. Namun, atas permintaan Kemenag kepada Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya mengubah ejaan enam nama serapan bahasa Arab pada pemutakhiran KBBI:

1. Alquran > Al-Qur'an

2. Kakbah > Ka'bah

3. Baitulmakdis > Baitulmaqdis 

4. Lailatulkadar > Lailatulqadar

5. Masjidilaksa > Masjidilaqsa

6. Rohulkudus > Ruhulkudus

Dengan demikian, mengembalikan tanda apostrof pada kata Al-Qur'an dan Ka'bah.

Sebenarnya, ada dua belas kata yang dimohonkan perubahan ejaannya oleh Kementerian Agama kepada Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, hanya sebagian yang diubah. Adapun kata yang tidak diubah, yaitu:

1. Salat

2. Zat

3. Hak

4. Istikamah

5. Makam

6. Riya 

------

Sekian dari saya, semoga bermanfaat.