Robot NASA Tercanggih di Mars Ini Ternyata Pakai Prosesor Jadul

 

Robot NASA Tercanggih di Mars Ini Ternyata Pakai Prosesor Jadul

Robot NASA Tercanggih di Mars Ini Ternyata Pakai Prosesor Jadul - Robot penjelajah Mars terbaru milik NASA yakni Perseverance sukses mendarat di planet Mars pada 18 Februari 2021 lalu. Jika mengetahui betapa canggihnya robot ini, mungkin orang-orang akan mengira robot ini menggunakan prosesor canggih dan terbaru. Namun siapa sangka ternyata robot Perseverance mengandalkan teknologi dari dua dekade yang lalu.

Komputer Perseverance ditenagai oleh prosesor RAD750 buatan BAE Systems yang dikembangkan dari arsitektur prosesor PowerPC 750 buatan IBM yang digunakan di komputer iMac G3 buatan Apple yang dirilis tahun 1998 silam. RAD750 dirilis pada 2001 lalu dan bisa dibilang merupakan upgrade dari PowerPC 750 dengan perlindungan dari radiasi dan clock speed hingga 200 MHz, selain itu prosesor ini dapat beroperasi di temperatur ekstrim dari -55°C hingga 125°C.

Radiasi sinar kosmik di alam semesta yang berasal dari supernova (ledakan bintang) dan lubang hitam aktif diketahui mempunyai energi yang besar yang mampu membalik satu bit atau lebih dalam kode biner program komputer, di mana membalik ini berarti mengubah angka 1 menjadi 0 atau sebaliknya.

 Mungkin tidak banyak bit yang berubah, tetapi komputer sendiri bergantung pada serangkaian biner yang akurat yang terdiri dari jutaan 1 dan 0. Bagi komputer, 1 adalah instruksi yang berbeda dari 0 yang artinya jika terjadi pembalikan bit, komputer bisa saja melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan. Walaupun begitu, peristiwa ini tidaklah merusak perangkat dan bit yang dibalik dapat dihapus atau ditulis ulang tanpa masalah.

Di Bumi, sinar kosmik dari luar angkasa akan bertabrakan dengan molekul udara dan meluruh menjadi partikel lain seperti neutron, proton, muon, elektron, positron, dan foton yang menghujani Bumi, jika partikel ini menabrak transistor prosesor, maka ada kemungkinan terjadi pembalikan bit. Efeknya tidaklah mengancam bila terjadi di laptop atau smartphone, paling hanya terjadi bug saja, namun dapat berbahaya jika terjadi di komponen yang sensitif seperti flight computer di pesawat atau wahana antariksa di luar angkasa.

Hal ini menjadi ancaman bagi misi ke luar angkasa karena komputer suatu wahana antariksa akan lebih sering dan lebih banyak terpapar sinar kosmik di luar angkasa dibandingkan di Bumi.

Anggaplah ada wahana antariksa yang sedang menuju planet lain, jika bit yang mengontrol fungsi roket pendorong wahana antariksa tersebut berubah, maka bisa saja roket tersebut tidak menyala ketika waktunya digunakan atau sebaliknya, menyala ketika seharusnya tidak digunakan. Kesalahan tersebut dapat mengakibatkan orbit wahana antariksa melenceng dan akhirnya misi yang telah dikembangkan dengan biaya yang besar tersebut gagal.

Oleh karena itu, prosesor yang digunakan untuk wahana antariksa atau satelit harus tahan akan radiasi di luar angkasa sana. Dan biasanya komputer yang digunakan juga lebih dari satu sehingga jika terjadi kerusakan pada satu komputer, sistem masih dapat beroperasi.

Kalau begitu kenapa Perseverance tidak menggunakan prosesor terkini saja namun ditingkatkan agar tahan akan radiasi? Karena prosesor RAD 750 telah teruji dan terbukti, lagipula prosesor tersebut masih cukup untuk mendukung kegiatan komputasi yang dijalankan Perseverance. Penggunaan prosesor yang telah terbukti keeandalannya tentunya akan mengurangi resiko dan biaya dibanding mengembangkan prosesor tahan radiasi baru yang lebih canggih.

Diketahui prosesor RAD 750 telah digunakan di lebih dari 100 satelit atau wahana antariksa selain Perseverance di antaranya Deep Impact, Mars Reconnaissance Orbiter, Teleskop Antariksa Kepler, Juno, Robot Mars Curiosity, dan Robot Mars Insight.

Referensi:

1]https;//en,wikipedia,org/wiki/RAD750

2]https;//mars,nasa,gov/mars2020/spacecraft/rover/brains/

3]https;//youtu,be/AaZ_RSt0KP8

4]https;//gizmodo,com/a-1990s-imac-processor-powers-nasa-s-perseverance-rover-1846380844

5]https;//www,businessinsider,com/cosmic-rays-harm-computers-smartphones-2019-7