Mengapa di Luar Negeri, Banyak Kampus Atau Sekolah yang Masih Menggunakan Blackboard? Ini Alasannya!

 



Mengapa di Luar Negeri, Banyak Kampus Atau Sekolah yang Masih Menggunakan Blackboard? Ini Alasannya! - Pernahkah kalian menonton film "3 Idiots"? Kalau pernah, coba ingat kembali satu scene jenaka ketika dengan cerdas, Rancho memutar balik logika professornya dengan menggunakan nama dua sahabat karibnya sebagai istilah baru dalam dunia engineer. Kalau lupa, atau bagi yang belum pernah melihat, scene tersebut adalah gambar yang saya gunakan sebagai thumbnail tulisan ini. Nah, apa hubungannya dengan tulisan ini? Saya ingin mengajak teman-teman semua untuk fokus kepada papan tulis yang berada di belakang Rancho. Tepat sekali, di scene tersebut kampus Rancho menggunakan blackboard, bukan whiteboard bukan?

Atau pernah tidak teman-teman memperhatikan adegan di film lain yang sedang memperlihatkan keadaan suatu kelas di luar negeri? Coba teman-teman ingat kembali, mostly dari mereka masih menggunakan papan tulis hitam atau blackboard ketika belajar bukan? Pernah merasa aneh tidak? Mengapa di luar negeri—terutama juga di negara maju— masih menggunakan blackboard? Berbanding terbalik dengan mayoritas kelas di Indonesia yang menggunakan whiteboard bukan?

Awalnya, jujur saya juga bingung dengan fenomena ini. Apalagi ketika saya tahu, beberapa sekolah elite di Indonesia juga ada yang “masih” menggunakan blackboard. Apakah sebenarnya blackboard itu lebih baik daripada whiteboard? Finally, setelah googling kesana kemari, ternyata ada beberapa alasan, mengapa banyak lembaga pendidikan yang masih mempertahankan penggunaan blackboard.

Penasaran? Yuk check it out!


1. Tulisan yang Dihasilkan Lebih Tebal

Efek bold yang dihasilkan oleh kapur membuat tulisan di papan tulis terlihat lebih tebal, hal ini membuat tulisan lebih mudah dibaca meski dilihat dari jarak yang jauh. Ini menjadi point penting, karena di kampus, biasanya ada kuliah umum yang dihadiri ratusan orang. Nah, dengan tulisan yang lebih tebal, mahasiswa yang duduk di belakang sekalipun, bisa dengan nyaman melihat tulisan yang ada di papan tulis.


2. Biaya yang Lebih Murah

Dimulai dari biaya pengadaan, harga kapur jelas lebih murah daripada spidol. Selain itu kapur relatif lebih awet digunakan untuk waktu yang lama, berbeda dengan spidol yang bergantung pada kondisi tinta. Untuk papan tulisnya sendiri, pembersihan blackboard yang cukup dengan lap basah, membuat daya tahan blackboard jauh lebih lama dibanding whiteboard. Kita tentu tahu, terkadang whiteboard perlu dibersihkan dengan larutan tertentu agar warna spidol yang melekat (terutama spidol permanen) bisa hilang, nah seiring berjalannya waktu, hal ini akan memperpendek usia whiteboard.


3. Lebih Mudah Dipakai

Bagi sebagian pengajar, menggunakan kapur dalam proses belajar mengajar jauh lebih mudah daripada menggunakan spidol. Karena dengan kapur, kita bisa mengatur sendiri ketebalan garis atau tulisan yang ingin kita buat. Ini jelas berbeda dengan spidol, kadang kita butuh beberapa set spidol untuk membuat garis atau tulisan dengan ketebalan yang berbeda.


4. Blackboard Tidak Memantulkan Cahaya

Sudah bukan rahasia lagi, terkadang kita kesulitan membaca tulisan di whiteboard, karena ada cahaya dari luar yang terpantul di whiteboard. Selain itu, terkadang tulisan tidak terlihat jelas apabila dilihat dari sudut atau jarak yang berbeda. Hal ini berbeda dengan blackboard, warnanya yang hitam membuat tulisan kapur di atasnya terlihat lebih jelas, baik dari jarak yang jauh sekalipun.


5. Feel

Sreet, sreet, ctaak. Jujur saya masih terngiang suara goresan kapur ketika masih duduk di bangku sekolah menengah dulu. Suara kapur yang digoreskan ke papan, sampai suara patahnya masih bisa saya rasakan. Mungkin inilah salah satu yang tidak bisa digantikan dengan spidol; memorinya. Bagi kebanyakan pengajar, sensasi kapur dan blackboard jelas tidak tergantikan. Mungkin inilah salah satu yang melatarbelakangi mereka enggan hijrah menggunakan whiteboard.


Oke, jadi itu kira-kira 5 alasan mengapa di luar negeri, masih banyak yang menggunakan papan tulis hitam, alias blackboard bukannya whiteboard seperti di Indonesia. Kira-kira menurut kamu nyamanan yang mana sih? Whiteboard atau blackboard? Dan jenis papan tulis apa yang dipakai di sekolahmu?