
Apa Itu Silent Reader? Lalu Apa Alasan Seseorang Menjadi Silent Reader? Yuk Simak Jawabannya! - Kehidupan sosial zaman sekarang agak sedikit bergeser dengan hadirnya teknologi chatting. Teknologi ini membuat kita dapat dengan mudah berkomunikasi tanpa ada terbatas jarak dan waktu. Nah, di dalam sebuah grup chat pasti ada saja 𝘴𝘪𝘭𝘦𝘯𝘵 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘳 atau 𝘴𝘪𝘭𝘦𝘯𝘵 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳, yaitu sebutan untuk orang yang jarang muncul untuk berkomunikasi dengan anggota lainnya.
Sosok silent member ini antara ada dan tiada. Ada orangnya, tapi tiada kehadirannya. Paling muncul kalau benar-benar ada hal penting saja.
Namun, apa kira-kira apa sih alasan 𝘴𝘪𝘭𝘦𝘯𝘵 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘳 ini jarang muncul? Berikut beberapa alasannya.
1.𝗧𝗮𝗸𝘂𝘁 𝗱𝗶𝗰𝘂𝗲𝗸𝗶𝗻 𝗮𝗹𝗶𝗮𝘀 𝘁𝗮𝗸𝘂𝘁 𝗱𝗶𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗽 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗮𝗻𝗴𝗶𝗻 𝗹𝗲𝘄𝗮𝘁
Dalam grup terkadang kita akan diacuhkan dan tidak diperdulikan saat membuat suatu obrolan. Hal ini bisa saja membuat orang yang diacuhkan tidak ingin lagi muncul karena biasanya punya rasa trauma. Trauma karena dulu pernah mencoba untuk gabung ngobrol, eh tapi malah dicuekin. Jadi malas deh mau muncul lagi di grup.
2.𝗞𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗮𝗵𝗮𝗺 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘁𝗼𝗽𝗶𝗸 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗶𝗰𝗮𝗿𝗮𝗮𝗻
Daripada salah bicara karena nggak ngerti apa-apa, jadi mending diam. Alasan ini pasti diungkapkan sama mereka yang mau ikut ngobrol tapi nggak paham sama topik yang lagi dibahas.
3.𝗦𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗼𝗯𝗿𝗼𝗹𝗮𝗻
Mulai dari pagi, siang, sore, malam, sampai kembali ke pagi lagi selalu ada yang dibahas digrup tersebut. Semua bahasan penting dan gurauan tumpang tindih satu sama lain. Alhasil, tumpukan obrolan yang belum di baca pun mencapai jumlah ratusan dan menyulitkannya mencari informasi yang penting. Hal ini membuat beberapa orang malas untuk ikut bergabung di percakapan grup.
4.𝗣𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗴𝗿𝗼𝘂𝗽 𝗰𝗵𝗮𝘁 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗷𝗮𝘂𝗵 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘀𝗲𝗿𝘂
Hubungan pertemanan pada masa sekolah hingga kuliah maupun di masyarakat sangatlah luas, akan tetapi tidak semua teman di sana benar-benar memenuhi kualifikasi dari sebuah pertemanan yang mendukung perkembangan dan memliki visi dan misi serta tujuan yang sama denganmu.
Ketika merasa kurang nyaman dengan suatu grup chat namun juga merasa kurang enak untuk meninggalkannya mungkin akan memilih untuk jadi 𝘴𝘪𝘭𝘦𝘯𝘵 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘳 sebab sudah memiliki grup lain yang lebih seru.
5.𝗠𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗻𝗱𝗶𝗮𝗺
Memang istilah "𝘚𝘪𝘭𝘦𝘯𝘵 𝘪𝘴 𝘎𝘰𝘭𝘥" mungkin saja benar, namun perilaku itu terkadang akan dinilai sebagai sikap tidak peduli, tidak suka bahkan sombong. Karena pendiam adalah sifat yang memang sangat sulit untuk diubah maka beberapa dari mereka memilih hanya membaca pesan daripada terlibat dalam interaksi grup.
Lantas apa salahnya dengan 𝘴𝘪𝘭𝘦𝘯𝘵 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘳? Bukannya mereka yang membaca, secara tidak langsung ikut terlibat dalam proses komunikasi. Walaupun pada dasarnya dia hanya menerima pesan tanpa melakukan umpan balik.
Tapi sepatutnya, dalam berkomunikasi yang baik, dalam sebuah proses komunikasi yang dijelaskan oleh buku 𝘗𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳 𝘐𝘭𝘮𝘶 𝘒𝘰𝘮𝘶𝘯𝘪𝘬𝘢𝘴𝘪, bahwa proses komunikasi dapat berjalan apabila komunikator (orang yang menyampaikan pesan) telah menerima 𝘧𝘦𝘦𝘥𝘣𝘢𝘤𝘬 (umpan balik) dari si komunikan.
Sehingga, apabila dalam grup chat ada orang yang bertanya atau memberi informasi kepada teman-temannya dan tidak ada yang menanggapi atau membalas. Maka secara tidak langsung proses komunikasi tidak dapat berjalan atau berhenti saat si pengirim mengirimi pesan kepada teman-temannya, dan temannya hanya menerima pesannya.
Namun, kita juga tidak berhak menyalahkan para SR sebab menjadi 𝘴𝘪𝘭𝘦𝘯𝘵 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘳 bukan berarti orang itu apatis. Mereka cuma berusaha jadi diri sendiri. Anti ribet dan pusing. Kalau teman-teman ada perlu dengan SR, sebaiknya hindarilah chat di grup. Lebih baik langsung tanyakan sendiri jika sekiranya ada hal penting.